PERBANDINGAN FOSS DENGAN PROPRIETARY

Windows merupakan software paling menonjol yang membuat sistem operasi Proprietary, sementara Linux menjadi software yang paling menonjol yang merupakan sistem operasi Open Source (perlu diketahui bahwa banyak distribusi Linux juga mempunyai sejumlah kecil komponen closed source, seperti dikompilasi binary blob driver yang disediakan oleh produsen hardware, untuk standar instalasi mereka).

Ok! Langsung saja pada inti. Nah pembahasan kali ini akan membahasan mengenai perbedaan Proprietary dan FOSS. . .

Proprietary Software

Pada dasarnya lisensi ini menyatakan bahwa pengguna itu hanya berhak untuk menggunakan software tersebut. Sedangkan hak milik dan hak intelektual tetap pada pembuat software. Software berlisensi propetiary seringkali menetapkan banyak batasan, misalnya:

  1. Batasan penggunaan software

Misalnya, hanya boleh dipergunakan untuk pengguna perorangan, dan tidak boleh digunakan oleh badan usaha atau institusi

  • Batasan perubahan konfiurasi

Nah aturan ini biasanya berlaku untuk mereka yang ingin menambah atau mengubah kode pemrograman softwarenya. Bahkan bisa hampir semua software propetiary melarang teknik reverse engineering terhadap software yang mereka gunakan.

  • Pemberlakukan hukum hak cipta

Banyak pemilik software yang menyatakan bahwa pengguna software bersedia mengikuti Undang-undang hak cipta yang berlaku di Negara tertentu.

Kata free tersebut maksudnya bukan gratis, tetapi diterjemahkan sebagai kata bebas. Lisensi FOSS memiliki 2 hal utama yang menjadi jiwa dari lisensi tersebut :

FOSS (Free and Open Source Software)

1. Memberikan kebebasan bagi siapapun (pengguna) untuk memodifikasi dan ikut mengembangkan aplikasi tersebut.

2. memberikan kebebasan kepada pengguna untuk mendistribusikan software tersebut. Apakah FOSS selalu gratis ? tidak juga, karena ada beberapa software dengan target pasar enterprise, tidak sepenuhnya gratis, karena pengguna harus membayar dengan sejumlah uang sebagai pengganti dukungan layanan dari pembuat software.

Nah, FOSS ini lebih menguntungkan bagi dunia pendidikan karena beberapa alasan :

1. Karena kode pemrogramannya disertakan, anak-anak didik bisa dengan bebas belajar bagaimana software tadi dibuat dan membuka kemungkinan kelompok generasi muda yang mampu membuat software sendiri

2. Biaya untuk memperoleh software tersebut relatif lebih murah dibanding software propetiary

3. Proses pembelajaran tentang pengembangan software menjadi semakin praktis karena banyak contoh aplikasi yang bisa dijadikan bahan pembelajaran, bahkan sampai ke system operasi, yang jika dijelaskan menggunakan software propetiary hanya akan berada di tataran teori, sedangkan jika dijelaskan dengan FOSS akan sampai kepada tataran praktik.

Sumber:

http://saung-elmu.blogspot.com/2010/10/perbedaan-proprietary-software-dengan.html

http://toili-linux.blogspot.com/2017/10/perbandingan-open-source-software-vs.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s